PERLINDUNGAN HUKUM KONSUMEN ATAS KESAMAAN BUNYI MEREK TERHADAP BARANG YANG TIDAK SEJENIS

Evelyn Larissa Florentia Wijaya


Evelyn Larissa Florentia Wijaya(1*)

(1) Fakultas Hukum, Universitas Surabaya
(*) Corresponding Author

Abstract


The practical purpose of the article is to find out whether consumers get legal protection if something goes wrong in choosing a product that has similar terms but different classification of types. The research is juridical-normative. With regard to the case of MICROCIDE (pharmaceutical preparations) and MICROZID (disinfectant), abviously the isues are different from trademark infringement in general. The use of different terminologies will possible to make consumers to be wrong in choosing the products which can cause a danger when it is consumed. There is remain legal vacuum in the absence of implementing regulations that regulate the same brand in principle for goods that are not of the same type so that consumer’ rights cannot be fulfilled.

Keywords


Consumer Legal Protection; Legal Vacuum.

Full Text:

PDF

References


Ahmadi Miru. (n.d.). Prinsip-Prinsip Perlindungan Hukum Bagi Konsumen di Indonesia.

Delima, E. (2018). Perlindungan Konsumen Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Terhadap Merek Tas Palsu Oleh Pelaku Usaha Di Kota Pekanbaru. JOM Fakultas Hukum Nomor 1, V, 9.

Endang Sri Wahyuni. (n.d.). Hukum Perlindungan Konsumen.

Halim, L. (2015). Perlindungan Merek dan Pengaruhnya Bagi Perlindungan Konsumen. Lex Privatum No 6, V, 1.

Janus Sidabalok. (n.d.). Hukum Perlindungan Konsumen di Indonesia.

Mukhtar, J. (2015). Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen dalam Transaksi Online. Serambi Hukum No 2, 8, 94.

Perdana, K. (2017). Kelemahan Undang-Undang Merek Dalam Hal Pendaftaran Merek. Privat Law, V.

Permatasari, C. (2008). Dugaan Persaingan Usaha Tidak Sehat Yang Dilakukan Oleh Perusahaan-Perusahaan Farmasi Di Indonesia Dalam Penetapan Obat Generik. 14.

Purwadarninta. (n.d.). Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Putra, S. (2014). Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Dalam Transaksi Jual-Beli Melalui E-Commerce. Jurnal Ilmu Hukum No 2, 4, 297.

Rachmadi Usman. (2000). Hukum Hak atas Kekayaan Intelektual, Perlindungan dan Dimensi Hukumnya di Indonesia.

Rahmi Jened. (2000). Implikasi Persetujuan TRIP’s Bagi Perlindungan Merek di Indonesia.

Suryadirja, I. (2012). Perlindungan Merek Terkenal Kemasan Produk Tiga Dimensi. Jurnal Hak Kekayaan Intelektual, 1, 23.

Valerie, N., & Hotman, E. (2019). Perlindungan Hukum Terhadap Merek Terkenal Christian Dior Ditinjau Dari Konsep Trademark Dilution. Jurnal Cendekiawan Hukum No.2, 4, 2.

Wijaya, W. (2018). Analisis Kekuatan Unsur Itikad Baik Pada Pelaksanaan Pendaftaran Merek Di Indonesia (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 364k/Pdt.Sus-Hki/2014) Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016. Jurnal Hukum Adigama No. 1, Vol. 1, 15.

Undang- Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis .




DOI: http://doi.org/10.33760/jch.v5i2.187

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Evelyn Larissa Florentia Wijaya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
Jurnal Cendekia Hukum is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Published by STIH Putri Maharaja Payakumbuh