AUTHORITY AND RESPONSIBILITY OF NOTARY IN THE RETENTION OF DOCUMENTS OF PARTIES OTHER THAN NOTARY PROTOCOL IN THE IMPLEMENTATION OF ITS OFFICE

T. Zikri Yutami Hamda, Yanis Rinaldi, Teuku Abdurrahman


T. Zikri Yutami Hamda(1*), Yanis Rinaldi(2), Teuku Abdurrahman(3)

(1) Syiah Kuala University
(2) Universitas Syiah Kuala
(3) Kantor Notaris Kota Banda Aceh
(*) Corresponding Author

Abstract


Article 1 number 1 Law 2 of 2014 Concerning on Notary Profession (UUJN) reads that the notary has the authority to make an authentic deed, the article is the main principle of notary duty, after the completion of the signatory of the deed, ends the notary duty at the contractual stage. But the reality is that at the post-contractual stage there are notaries that serve the storage of documents of parties other than notary protocols. This custom affects notary independence in the event of legal problems. Research Method is normative legal research using primary and secondary legal materials. The approach used is a statutory approach and an institutional approach to then conducted in-depth analysis. The results showed the storage of documents of parties other than notary protocols posed a legal risk, moral risk and not accepted by the MPD, the storage of such documents contrary to Article 1, Article 16 Verse (1), Article 53 UUJN for placing themselves as recipients of the document storage and services outside UUJN, Article 1868 and 1338 of the Civil Code limiting notaries to act in accordance with UUJN, the storage of such documents at risk of defavoring dignity and violating the notary code of conduct.


Keywords


Documents of The Parties; Notary Protocols; Recipients of The Document Storage.

Full Text:

PDF

References


Adjie, H. 2013. “Sanksi Perdata dan Administratif Terhadap Notaris Sebagai Pejabat Publik.” PT. Refika Aditama, Bandung, 72.

Author Website. (2018). Syarat Pendirian PT. Retrieved Agustus 5, 2020, from izin.co.id: https://izin.co.id/artikel/syarat-pendirian-pt.php.

Brouwer, J.G., dan Schilder. 1998. “A Survey of Dutch Administrative Law.” Ars Aeguilibri, Nijmegen, 16-17.

Borman, S. 2019. “Kedudukan Notaris Sebagai Pejabat Umum Dalam Perspektif Undang-Undang Jabatan Notaris”, Jurnal Hukum dan Kenotariatan, 74–83.

Cahyanti, Nur. Wahyuningsih, Sri Endah. 2017. “Sanksi Terhadap Notaris Yang Melakukan Tindak Pidana Menurut Perundang-undangan di Indonesia”, Jurnal Akta, 292.

Doly, D. 2020. “Kewenangan Notaris Dalam Pembuatan Akta Yang Berhubungan Dengan Pertanahan”, Notarius, 679–690.

Fitriyeni, Cut Era. 2012. “Tanggung Jawab Notaris terhadap Penyimpanan Minuta Akta Sebagai Bagian dari Protokol Notaris”, Kanun Jurnal Ilmu Hukum, 399.

Hadjon, P. M., et.al,. 2012. “Hukum Administrasi dan Good Governance.” Universitas Trisakti, Jakarta, 89-90.

HR, Ridwan. 2007. “Hukum Administrasi Negara.” PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 365.

Ibrahim, J. 2006. “Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif”. Bayumedia Publishing, Malang, 57.

Kawuryan, ES. 2017. “Perlindungan Hukum Atas Kriminalisasi Terhadap Notaris”, Jurnal Hukum dan Perundangan Islam, 474.

Kanter, E.Y. 2001. “Etika Profesi Hukum: Sebuah Pendekatan Sosio Religius.” Storia Grafika, Jakarta, 60.

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata

Peraturan Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pedoman Pemeliharaan Arsip Dinamis ( Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 818).

Pratama, Ari Latif. 2015. “Analisis Hukum Tentang Wewenang Notaris dalam Pembuatan Akta Ikrar Wakaf.” Jurnal Ilmiah Hukum Kenotariatan, 65.

Presiden Republik Indonesia. 2014. Undang Nomor Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5491

Purwaningsih, S. 2010. “Perjanjian Kredit Dengan Jaminan Fidusia Atas Kendaraan Bermotor Di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah.” Semarang, Magister Kenotariatan Undip, Tesis. 20.

Sari, R. K. 2016. “Larangan Menerima Penitipan sertifikat Tanah oleh Notaris dan Kaitannya dengan Kode Etik Notaris”. Lambung Mangkurat Law Journal, 180–191.

Sjaifurrachman. 2011. “Aspek Pertanggungjawaban Notaris Dalam Pembuatan Akta”. Cv. Mandar Maju, Yogyakarta, 64.

SKB Menkeu dan Memperin dan Mendag No. 122/MK/2/1974, No. 32/M/SK/1974, No. 30/KPK/I/1974 tanggal 7 Pebruari 1974 tentang Perjanjian Leasing

Soekanto, S dan Mamudji, S. 2011. “Penelitian Hukum Normatif”. Rajawali Pers, Jakarta, 32.

Subekti, R., dan Tjitrosudibio, R. 1994. “Terjemahan KUH.Perdata.” Pradnya Paramita, Jakarta, 306.

Suriyani, Meta. 2015. “Legalitas Kewenangan Notaris/PPAT Dalam Menahan Sertipikat Hak Milik Karena Adanya Pembatalan Jual Beli”, Jurnal Hukum, Samudra Keadilan, 277.

Wawancara Ketua Dewan Kehormatan Daerah Kabupaten Serang, Fitra Deni, tanggal 15 Juli 2020, wawancara dilakukan secara daring via aplikasi zoom.

Wawancara Ketua Bidang Organisasi Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia, Taufik, tanggal 24 Agustus 2020, wawancara dilakukan secara daring via aplikasi zoom.

Yurisprudensi Putusan MA Nomor: 702K/Sip/1973 tanggal 5 September 1973, Putusan MA Nomor : 3199K/Pdt/1992, tanggal 27 Oktober 1994, dan Putusan MA Nomor: 1140K/Pdt/1996.




DOI: http://doi.org/10.33760/jch.v6i2.299

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 JCH (Jurnal Cendekia Hukum)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Published by STIH Putri Maharaja Payakumbuh