THE DUALISM OF COURTS’ ABSOLUTE JURISDICTION OVER LAWSUITS CONCERNING THE IMPLEMENTATION OF TAXPAYER DETENTION: BETWEEN THE DISTRICT COURT AND THE TAX COURT
Reynalda Reynalda(1*), Immanuela Yolanda(2)
(1) Universitas Brawijaya
(2) Universitas Brawijaya
(*) Corresponding Author
Abstract
Detention (gijzeling) of a tax obligor is a coercive administrative measure regulated under Law No. 19 of 2000, which amends Law No. 19 of 1997 on Tax Collection by Distress Warrant (PPSP Law). The regulation of absolute jurisdiction over lawsuits concerning the implementation of detention has resulted in dualism between the District Court and the Tax Court. This study analyses the regulation of exclusive jurisdiction over lawsuits related to the implementation of tax obligor detention, based on legislative provisions and judicial practice. The method consists of normative legal analysis using legislative and analytical approaches, along with case studies of court decisions. The findings indicate a normative discrepancy between Article 34(3) of the PPSP Law, which refers to the District Court, and Article 31(2) and Article 33 of the Tax Court Law, along with Article 50 of the General Court Law, which tend to place disputes over the implementation of tax collection, including detention, within the jurisdiction of the Tax Court. Additionally, inconsistencies in judicial interpretation are evident in practice. By applying the ratio legis approach and the principles of lex posterior derogat legi priori, lex specialis derogat legi generali, and lex specialis systematis, the Tax Court is more appropriately designated as the competent forum. Therefore, harmonisation of regulations is necessary to ensure legal certainty and protect taxpayers’ rights.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Adiyanta, F. C. S. (2017). Konstruksi Yuridis Penggunaan Gijzeling Sebagai Alat Paksa Penagihan Utang Pajak. Masalah-Masalah Hukum, 46(4), 358–368. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/mmh.46.4.2017.358-368
Arif, A., Susilo, H., & Hidayat, R. (2016). Pengaruh Pengetahuan tentang Sistem Administrasi Perpajakan dan Modernisasi Administrasi Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi (Pada KPP Pratama Singosari Kabupaten Malang). Jurnal Perpajakan (JEJAK), 10(1). https://repository.ub.ac.id/id/eprint/118754
Dalimunthe, A. F., Ginting, B., Sunarmi, & Barus, U. M. (2022). Optimalisasi Penerapan Penyanderaan (Gijzeling) Sebagai Upaya Penegakan Hukum (Law Enforcement) Dalam Penerimaan Pajak (Studi Kasus Pelaksanaan Penyanderaan Di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Utara I). Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 9(2). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31289/jiph.v9i2.8295
Firmansyah, A., & dkk. (2024). Putusan Pengadilan Sebagai Sumber Hukum Yurispudensi. WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 1(2), 136–146. https://doi.org/https://doi.org/10.71153/wathan.v1i2.79
Guslan, O. F. (2018). Tinjauan Yuridis Mengenai Batasan Antara Perbuatan Maladministrasi Dengan Tindak Pidana Korupsi. Jurnal Cendekia Hukum, 4(1), 9–25. https://doi.org/10.33760/jch.v4i1.38
Hanafi, S. (2023). Konsep Idealisasi Penegakan Hukum Pajak dengan Eliminasi Administrative Penal Law terhadap Pelanggaran Pajak di Indonesia. Jaksa: Jurnal Kajian Ilmu Hukum Dan Politik, 1(4), 119–129. https://doi.org/https://doi.org/10.51903/jaksa.v1i4.1406
Hasibuan, C., & Fitriandi, P. (2022). Analisis Pelaksanaan Penyanderaan Penanggung Pajak pada KPP Pratama Pematang Siantar melalui Perkara Gugatan Nomor 29/Pdt.G/2021/PN Pms. Jurnal Pajak Indonesia, 6(2), 603–612. https://doi.org/https://doi.org/10.31092/jpi.v6i2S.1873
Hiariej, E. O. S. (2021). Asas Lex Specialis Systematis Dan Hukum Pidana Pajak (Principle Of Lex Specialis Systematic and Tax Criminal Law). Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 21(1), 1–12. https://doi.org/https://doi.org/10.30641/dejure.2021.V21.001-012
Kamila, A. N., & Priyono, J. (2025). Penerapan Sandera Pajak (Gijzeling) sebagai Instrumen Penagihan Pajak di Indonesia. Law, Development & Justice Review, 8(3), 215–235. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/ldjr.8.2025.215-235
Keuangan, K. (2025). Informasi APBN 2025: Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan. Media Kemenkeu. https://www.kemenkeu.go.id
Kusnardi, M., & Saragih, B. R. (1988). Ilmu Negara (C. ke-2 (Ed.)). Gaya Media Pratama.
Manan, B. (2004). Hukum Positif Indonesia (Satu Kajian Teoritik). FH UII Press.
Martien, D. (2022). Implementation Of The Principle Of Systematic Specification To Criminal Laws In Criminal Cases Of Corruption. Pena Justisia, 21(2), 33–42. https://doi.org/https://doi.org/10.31941/pj.v21i2.3892
Mathar, A. (2023). Sanksi Dalam Peraturan Perundang-Undangan. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 3(2), 45–60.
Mulkan, H. (2023). Hukum Pajak. Penerbit Mitra Wacana Media.
Oktavia, L. (2024). Pengenalan Proses Gugatan Dalam Hukum Acara Perdata. Media Hukum Indonesia (MHI), 2(4), 801–810. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.14307286
Pratama, M. R., Redondo, M. V, Irawan, M. L., & Siswajanthy, F. (2025). Pertimbangan Hukum Hakim dalam Menolak Eksepsi Kompetensi Absolut: Studi Putusan No. 188/Pdt.G/2024/PN.Smg. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 20919–20925. https://doi.org/10.31004/jptam.v9i2.29799
Pudyatmoko, Y. S. (2007). Penegakan dan Perlindungan Hukum di Bidang Pajak. Salemba.
Rifandanu, F. (2024). Implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 26/PUU-XXI/2023 terhadap Pembinaan Pengadilan Pajak. Amnesti: Jurnal Hukum, 6(1), 145–161. https://doi.org/10.37729/amnesti.v6i1.3270
Roza, D., & Parlindungan, G. T. (2019). Partisipasi Masyarakat Dalam Pembentukan Perundang-Undangan Untuk Mewujudkan Indonesia Sejahtera Dalam Pandangan Teori Negara Kesejahteraan. Jurnal Cendikia Hukum, 5(1), 131–144. https://doi.org/https://doi.org/10.3376/jch.v5i1.185
Sembodo, E & Sova, M (2025). Gijzeling dan Sanksi Penunggak Pajak di Indonesia. Nafal Global Nusantara.
Sirait, R. A. M. (2020). Pelaksanaan Kebijakan Penyanderaan Pajak (Gijzeling) Dilihat Dari Perspektif Hak Asasi Manusia. Jurnal SASI, 26(1), 9–19. https://doi.org/https://doi.org/10.47268/sasi.v26i1.192
Sitompul, R. M., & Maysarah, A. (2021). Asas Ultimum Remedium Pada Putusan Pidana Anak Dalam Menciptakan Keadilan Restoratif Justice. Jurnal Cendikia Hukum, 7(1), 33–46. https://doi.org/https://doi.org/10.3376/jch.v7i1.324
Sujianto, J. (2021). Pertanggungjawaban Penyanderaan (Gijzeling) terhadap Penanggung Pajak. Jurnal Perspektif, 26(2), 88–97. https://doi.org/https://doi.org/10.30742/perspektif.v26i2.655
Sumriyadi, M., & Athooillah, A. A. (2023). Ratio Legis Fast Track Lagislation Dalam Pembentukan Perundang Undangan Di Indonesia. Jurnal Hukum Lex Generalis, 4(8). https://doi.org/https://doi.org/10.56370/jhlg.v4i8.695
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (p. Pasal 28H ayat (1)). (1945).
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak, Lembaran Negara Tahun 2002 Nomor 27, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4189. (n.d.).
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 368. (n.d.).
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2000 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3987. (n.d.).
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1986 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3327. (n.d.).
DOI: http://doi.org/10.33760/jch.v11i1.1324
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 JCH (Jurnal Cendekia Hukum)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Published by STIH Putri Maharaja Payakumbuh
Indexing by

















